Chapter 2 Global E-business and Collaboration

2.1 BUSINESS PROCESSES AND INFORMATION SYSTEMS

Proses bisnis, seperti yang kita pelajari pada Bab 1, mengacu pada cara dimana pekerjaan terorganisir, terkoordinasi, dan fokus untuk menghasilkan produk yang bernilai. Proses bisnis adalah kumpulan aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Kegiatan ini didukung oleh arus material, informasi, dan pengetahuan antar peserta dalam proses bisnis.

Proses bisnis juga mengacu pada cara-cara yang unik di mana organisasi koordinat kerja, informasi, dan pengetahuan, dan cara manajemen yang memilih untuk mengkoordinasikan pekerjaan.

 

2.2 TYPES OF INFORMATION SYSTEMS

Sebuah organisasi bisnis yang baik memiliki sistem proses pendukung untuk masing-masing fungsi bisnis-sistem utama untuk penjualan dan pemasaran, manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, dan sumber daya manusia.. Sistem fungsional yang beroperasi secara independen satu sama lain ada sejak dulu, karena mereka tidak dapat dengan mudah berbagi informasi untuk mendukung proses bisnis lintas fungsional. Banyak yang telah diganti dengan skala besar lintas fungsional sistem yang mengintegrasikan kegiatan usaha terkait proses dan unit organisasi.

2.3

Kolaborasi adalah bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dan eksplisit.Kolaborasi berfokus pada tugas atau prestasi misi dan biasanya membutuhkan waktu

Penempatan dalam bisnis. Misalkan  kita berkolaborasi dengan seorang rekan di Tokyo yang memiliki keahlian pada topik tentang yang Anda kuasai. Contoh lainnya  Jika berada di sebuah firma hukum, Anda berkolaborasi dengan akuntan dalam akuntansiperusahaan dalam melayani kebutuhan klien dengan masalah pajak.

Ada beberapa alasan perusahaan untuk melakukan kolaborasi dan kerja sama tim yang lebih penting saat ini :

  1. Mengubah sifat pekerjaan
  2. mengembangkan pekerja yang profesional
  3. Mengubah organisasi perusahaan
  4. Mengubah lingkup perusahaan.
  5. Penekanan pada inovasi
  6. Mengubah budaya kerja dan bisnis

2.4 THE INFORMATION SYSTEMS FUNCTION IN BUSINESS

Kebanyakan perusahaan, departemen sistem informasi dipimpin oleh kepala petugas informasi (CIO). CIO adalah manajer senior yang mengawasi penggunaan teknologi informasi dalam perusahaan. CIO pada saat ini diharuskan memiliki latar belakang bisnis yang kuat serta keahlian sistem informasi dan memainkan peran kepemimpinan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam strategi bisnis perusahaan. Perusahaan besar saat ini juga memiliki posisi untuk petugas keamanan kepala, kepala perwira pengetahuan, dan petugas privasi kepala, yang semuanya bekerja sama dengan CIO.

Ada banyak jenis perusahaan bisnis, dan ada banyak cara di mana Fungsi TI yang dioperasikan dalam perusahaan. Sebuah perusahaan yang sangat kecil tidak akan memiliki kelompok sistem informasi. Ini mungkin memiliki satu karyawan yang bertanggung jawab untuk menjaga jaringan dan aplikasi yang berjalan, atau mungkin menggunakan konsultan untuk layanan ini. Perusahaan besar akan memiliki sistem informasi yang terpisah departemen, yang dapat diselenggarakan bersama, tergantung pada sifat dan kepentingan perusahaan.

CHAPTER 1 Information Systems in Global Business Today

sistem informasi manajemen pada saat ini sangat penting bagi perusahaan. karena perusahaan perlu mengumpulkan, mendapatkan , menyimpan informasi untuk pengambilan keputusan didalam suatu organisasi perusahaan yang nantinya akan dapat membantu manajer memecahkan masalah di tahun 2010 bisnis Amerika menghabiskan dana lebih dari $ 562.000.000.000 untuk hardware sistem informasi, perangkat lunak, dan peralatan telekomunikasi.dan menghabiskan $ 800.000.000.000 untuk bisnis dan konsultasi untuk mengambil keuntungan dari teknologi baru ini. sistem informasi dapat mengubah bisnis. Bisnis yang dijalankan sehari – hari kini menjadi lebih mudah dengan adanya sistem informasi dan teknolgi yang semakin berkembang.

 

1.1 The Role of Information Systems in Business Today

Sistem informasi merupakan dasar untuk menjalankan bisnis perusahaan, jaman sekarang tentunya sulit  bagi perusahaan apabila tidak menguasai teknologi dalam sistemnya. Setiap perusahaan tentunya berkompetisi untuk memperoleh sistem yang efektif dan efisien untuk kemudahan perusahaan  dalam hal proses bisnis inti, hubungan pelanggan, pemasok, dan karyawan.

Tetntunya sistem informasi keuntungan ataupun keunggulan tersendiri misalnya keunggulan operasional, produk, pelayanan dan model bisnis.

Sebagai manajer  akan bekerja untuk perusahaan-perusahaan yang intensif dalam menggunakan sistem informasi dan melakukan investasi besar di bidang teknologi informasi. Manajer diwajibkan  tahu bagaimana untuk menginvestasikan uang  dengan bijak. Jika manajer membuat pilihan yang bijak, perusahaan  dapat mengungguli pesaing. Jika Anda membuat kerugian bagi perusahaan maka akan membuang modal yang berharga.

 

Tujuan strategi bisnis dalam sistem informasi

Secara khusus, perusahaan berinvestasi dalam sistem informasi untuk mencapai enam tujuan bisnis strategis

1.unggulan operasional

2.produk baru

3.jasadan model bisnis

4. pelanggan dan pemasok

5.meningkatkan pembuat keputusan

6. keunggulan kompetitif

7. kelangsungandup

 

1.2 Perspectives on Information Systems

Teknologi informasi (IT) terdiri dari semua perangkat keras dan perangkat lunak yang perlu suatu perusahaan untuk digunakan dalam rangka mencapai tujuan usahanya.Bukan hanya mesin komputer, perangkat penyimpanan, tetapi juga perangkat lunak, seperti Windows atau sistem operasi Linux, Microsoft Office produktivitas suite desktop, dan ribuan program komputer yang dapat ditemukan di sebuah perusahaan besar lainnya.

 

Sistem informasi berisi informasi tentang signifikan orang, tempat,dan hal-hal dalam organisasi atau di lingkungan sekitarnya. Dengan informasi data yang telah dibentuk menjadi bentuk yang berguna untuk manusia. fakta yang mewakili peristiwa yang terjadi dalam organisasi atau lingkungan fisiksebelum mereka telah terorganisir dan disusun menjadi bentuk yang orang dapatmemahami dan menggunakan.

Sebuah contoh singkat informasi dan data dapat dibuktikan berguna.Supermarket counter kasir memindai jutaan lembar data dari bar kode, yang menjelaskan setiap produk. Potongan seperti data dapat dianalisis untuk memberikan informasi yang penting, seperti jumlah botol deterjen dijual di toko tertentu, yang merek hidangan deterjen menjual paling cepat pada saat itu toko atau penjualan wilayah, atau Total jumlah yang dibelanjakan untuk yang merek deterjen pada saat itu toko atau wilayah penjualan

 

1.3 Contemporary Approaches to Information Systems

Secara umum, lapangan dapat dibagi menjadi teknis dan perilaku pendekatan. Sistem informasi adalah sistem sociotechnical. meskipun mereka terdiri dari mesin, perangkat, dan teknologi fisik “keras”, merekamemerlukan investasi sosial, organisasi, dan intelektual yang cukup besar untuk membuat mereka bekerja dengan baik.

 

  1. technical approach

Pendekatan teknis untuk sistem informasi lebih kepada sistem matematis berdasarkan model untuk mempelajari sistem informasi, sdengan teknologi fisik dan kemampuan formal dari sistem. Contoh dari pendekatan teknis yaitu ilmu komputer, ilmu manajemen, dan riset operasi.

  1. Bagian penting dari sistem informasi tentunya berkaitan dengan masalah perilaku yang timbul dalam kinerja dan jangka panjang dari sistem informasi. Seperti strategis integrasi bisnis , desain, implementasi, pemanfaatan, dan manajemen tidak dapat dieksplorasi berguna dengan model yang digunakan dalam pendekatan teknis. Disiplin perilaku lainnya yang penting berkontribusi yaitu konsep dan metode.